Malawapati

Kenalkan dan Jaga Hutan Lewat Saka Wanabakti Angkatan 27 KPH Padangan

Malawapati MalawapatiLensa+
Kenalkan dan Jaga Hutan Lewat Saka Wanabakti Angkatan 27 KPH PadanganPara peserta pramuka Saka Wanabakti Angkatan 27 kegiatan di petak 93D RPH Blimbing Gede, BKPH Ngraho, Desa Geneng Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro. Foto : dok./Rinna H.

malawapati.com - Memupuk rasa kepemilikian pada hutan rimba dan demi menjaga kelestariannya, di kawasan Hutan Watu Lenguk, petak 93D RPH Blimbing Gede, BKPH Ngraho, Desa Geneng Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro, dilaksanakan kegiatan Penempuhan Topi Rimba dan Pemantapan Dewan Saka Wanabakti Angkatan 27, selama 2 hari, 12-13 Juni 2026.

Wisnu Hadi Prayogo Anggota Dewan Saka menerangkan bahwa Penempuhan Topi Rimba dan Pemantapan Angkatan 27 ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan proses sakral untuk menguji komitmen anggota baru terhadap kelestarian hutan.

“Melalui rute susur rimba di Petak 93D dan berbagai ujian mental yang diberikan, kami ingin memastikan bahwa setiap anggota yang memakai Topi Rimba memiliki loyalitas tinggi, ketangguhan fisik, dan kesiapan penuh untuk menggerakkan roda organisasi Dewan Saka Wanabakti ke arah yang lebih progresif," tutur Wisnu Hadi.

Lokasi hutan ditengah hutan sebagai ruang tempat untuk melatih fisik dan mental bagi para calon rimbawan muda agar siap mengemban amanah serta menjaga kelestarian hutan di masa depan.

Kegiatan hari pertama diawali dengan Upacara Pembukaan yang berlangsung khidmat di bawah rindangnya kanopi hutan. Selanjutnya, para peserta langsung dihadapkan pada tantangan "Susur Rimba", sebuah petualangan menjelajahi rimbunnya vegetasi hutan petak 93D untuk menguji ketahanan fisik, navigasi darat, dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar.

Pada sore harinya konsentrasi, anggota pramuka diuji melalui "Tes Tulis Topi Rimba" guna mengukur sejauh mana pemahaman teoretis mereka mengenai kehutanan dan kepramukaan sebelum mereka berhak mengenakan lambang kehormatan tersebut.

Setelah seharian memeras tenaga dan pikiran, malam harinya ditutup dengan agenda "Berlayar di Pulau Kapuk", sebuah istilah penuh keakraban untuk beristirahat dan memulihkan energi di dalam tenda masing-masing di tengah keheningan malam hutan.

Memasuki hari kedua, pagi hari olahraga untuk menjaga kebugaran tubuh para peserta. Agenda kemudian dilanjutkan dengan Pemantapan Materi Kesakaan, di mana para penegak dan pandega ini dibekali kembali dengan empat krida utama Saka Wanabakti agar semakin matang dalam menjalankan roda organisasi.

Guna menguji ketajaman berpikir dan pemecahan masalah di bawah tekanan, para peserta juga harus melewati "Tes IQ" yang dirancang khusus untuk mengasah aspek kognitif mereka sebagai calon pemimpin.

Sebelum seluruh rangkaian berakhir, aksi nyata ditunjukkan melalui kegiatan "Resik Bumiku", sebuah gerakan kebersihan memungut sampah di sekitar areal perkemahan sebagai perwujudan konkret dari Dasadarma Pramuka yang cinta alam.

Sahut Sukur selaku Pamong dan Perwakilan dari KPH Padangan mengatakan bahwa pihak pimpinan KPH Padangan sangat mengapresiasi kedisiplinan dan daya juang yang ditunjukkan para anggota pramuka Saka Wanabakti Angkatan 27.

Kegiatan 'Resik Bumiku' dan pemantapan materi kesakaan membuktikan bahwa Pramuka Saka Wanabakti tidak hanya belajar teori di dalam ruangan, tetapi langsung terjun memberikan dampak positif bagi ekosistem hutan.

“Saya berharap atribut yang diraih setelah penempuhan ini menjadi pengingat akan tanggung jawab besar dalam menjaga paru-paru bumi," pungkasnya.

·         Penulis         Rinna H.

·         Editor            Moh. Junni.