Malawapati

Yuk Coba Destinasi Kebun Alpukat Wonocolo di Bojonegoro, Petik Buah dari Pohon

Malawapati MalawapatiWisata & Kuliner
Yuk Coba Destinasi Kebun Alpukat Wonocolo di Bojonegoro, Petik Buah dari Pohonsejumlah pengunjung sedang memetik alpukat dan menikmati dengan pajat pohonnya yang pendek. Foto : Aim/ Rinna H.

malawapati.com - Di Kabupaten Bojonegoro, Kecamatan Kedewan tepatnya Desa Wonocolo memiliki potensi yang luar biasa. Wilayah ini tidak hanya dikenal sebagai lokasi penambangan minyak tradisional yang saat ini Geopark Teksas Wonocolo sedang dalam proses pengajuan untuk mendapatkan pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp).

Disini terdapat Kebun Alpukat Wonocolo yang berdaya pikat tersendiri sehingga menjadi salah satu destinasi wisata andalan Bojonegoro. Pengunjung disuguhi alam asri suasana pengunungan kapur dan bisa melihat sejumlah kecamatan dari puncak bukit sambil memetik buah alpulkat pohonnya.

Amin salah satu pengelola kebun alpukat, mengatakan bahwa tanaman alpukat ini sejak tahun 2018. Dengan sekitar 1.000 pohon yang ditanam di atas lahan 10 hektare dengan usia 7 tahun.

Pohon alpukat berbuah lebat menarik untuk dipetik. Foto :Aim/ Rinna H.
Pohon alpukat berbuah lebat menarik untuk dipetik. Foto :Aim/ Rinna H.

"Alpukat lokal di sini bisa berbuah hingga 1 kwintal per pohon, sedangkan alpukat aligator bisa mencapai 50 kilogram per pohon," ujarnya, Senin (24/11).

Untuk perawatan alpukat tidak sulit hanya butuh kesabaran dengan merawat sesuai dengan kebutuhan pohonnya. Seperti pemupukan organik dari kandang.

“Selain menjual buah alpukat, kebun ini juga menjual bibit alpukat jenis wina, aligator, juga markus, baik setekan maupun biji, mulai dari harga Rp 50.000 hingga Rp 250.000,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan alpukatnya dijual ke toko buah. Dan kebanyakan pembeli langsung datang ke kebun, seperti rombongan KPU Jawa Timur yang pernah berkunjung. Pohon alpukat di Wonocolo berbuah setiap bulan, namun panen raya biasanya terjadi pada bulan Januari hingga Februari.

"Saat ini kita jual Rp25.000 per kilogram, namun bisa naik turun tergantung musim, paling mahal biasanya dampai Rp35.000 per kilogram," kata Amin.

Petani alpukat menimbang buah yang dipetik untuk dibeli. Foto : Aim/ Rinna H.
Petani alpukat menimbang buah yang dipetik untuk dibeli. Foto : Aim/ Rinna H.

·       Penulis   Rinna H.

·       Editor     Moh. Junni