Survei Biodiversity Gencar Dilakukan Mahasiswa dan Perhutani KPH Padangan Untuk Jaga Hutan
malawapati.com - Perum Perhutani KPH Padangan, Bojonegoro sambut antusiasi kegiatan mahasiswa yang melakukan kegiatan survei keanekaragaman hayati (biodiversity). Ini dalam rangka sebagai bentuk komitmen nyata dalam upaya pelestarian lingkungan dengan terlibat aktif dalam kegiatan pemantauan lingkungan rutin.
Sub Seksi Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) KPH Padangan membuka luas kegiatan tersebut, dengan sejumlah universitas termasuk Universitas Bojonegoro (UNIGORO).
Keterlibatan akademisi muda ini terwujud melalui partisipasi langsung pada survei keanekaragaman hayati (biodiversity). Dengan kegiatan pencatatan dan identifikasi ekosistem ini menjangkau area yang sangat luas, mencakup sembilan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) di bawah naungan KPH Padangan. Meliputi BKPH Ngraho, Ngelo, Kates, Tegaron, Napis, Tobo, Kaliaren Timur, Kaliaren Barat, hingga Ngampel.
Kepala Sub Seksi K3L KPH Padangan, Datin Waluyani, mengapresiasi kontribusi dan semangat para mahasiswa UNIGORO selama proses pencatatan di lapangan.
”Survei ini bertujuan utama untuk mengumpulkan data riil dan akurat terkait keberadaan flora dan fauna, kerapatan populasi, serta mutu habitat baik di Kawasan Hutan Produksi maupun Kawasan Perlindungan,” terangnya.
Dalam pelaksanaannya di lapangan, tim survei melakukan inventarisasi flora secara rinci berdasarkan struktur vegetasinya, mulai dari tingkat semai, pancang, tiang, pohon, hingga berbagai jenis tumbuhan bawah. Selain vegetasi, pemantauan juga difokuskan pada keberadaan satwa liar yang terbagi dalam kelompok herpetofauna (amfibi dan reptil), mamalia, serta aves (burung).
Pengamatan mendalam ini dipusatkan di beberapa titik Stasiun Pemantauan Biodiversity yang telah ditetapstankan secara berkala.
Hasil akhir dari pendataan ini diproyeksikan untuk mengidentifikasi spesies flora dan fauna yang masuk dalam kategori interest (memiliki nilai penting/keunikan) serta status Rare, Threatened, and Endangered (RTE/Langka, Terancam, dan Terancam Punah).
Data yang dihimpun akan menjadi landasan ilmiah yang sangat vital untuk mengelola sumber daya alam hutan secara bijak, merumuskan strategi pencegahan kepunahan spesies, sekaligus menjadi acuan utama dalam penyusunan dokumen evaluasi lingkungan seperti RKL-RPL dan AMDAL.
"Kegiatan ini membawa energi positif dan nilai tambah bagi pendataan kami. Kami berharap pengalaman langsung ini dapat membuka pemahaman mendalam mereka mengenai isu lingkungan hidup dan dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem. Lebih dari sekadar data ilmiah, kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan empati ekologis agar lahir kepedulian yang kuat terhadap kelestarian sumber daya alam demi masa depan,"lanjut Datin Waluyani.
Aulia Sinar Rosyadina, salah satu mahasiswa yang berpartisipasi, mengungkapkan betapa berharganya pengalaman lapangan ini bagi pengembangan wawasan akademik dan kepekaan sosial mereka.
Ia mengatakan dengan mengikuti survei keanekaragaman hayati bersama tim Perhutani memberikan sudut pandang baru yang tidak didapatkan di dalam ruang kuliah.
”Kami belajar mengidentifikasi spesies RTE dan melihat secara nyata bagaimana dinamika ekosistem berjalan. Pengalaman ini benar-benar mengasah rasa tanggung jawab dan kepedulian kami untuk ikut menjaga kelestarian hutan bagi generasi mendatang," ungkap Aulia.
Melalui integrasi data lapangan yang akurat dan keterlibatan generasi muda secara berkelanjutan, langkah perlindungan kawasan hutan produksi dan kawasan konservasi di Bojonegoro diharapkan semakin solid, terukur, dan berkesinambungan.
· Penulis : Rinna H.
· Editor : Moh. Junni.