Malawapati

Wujud Syukur Atas Hasil Panen, Petani Desa Kedungbondo Lakukan Ritual Tradisi Wiwitan

Malawapati MalawapatiSeni & Budaya
Wujud Syukur Atas Hasil Panen, Petani Desa Kedungbondo Lakukan Ritual Tradisi WiwitanTradisi wiwitan digelar oleh warga Desa Kedungbondo, Kecamatan balen sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen, Jum'at (5/6). Foto : dok./Rinna H.

malawapati.com - Menyambut musim panen yang segera tiba, warga Dusun Besuki, Desa Kedungbondo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, menggelar tradisi wiwitan. Ritual adat turun-temurun ini digelar di area persawahan desa setempat sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas limpahan berkah dan hasil bumi yang melimpah.

​Pantauan di lokasi, terpencar disejumlah titik, puluhan petani berkumpul di pematang sawah dengan membawa ubo rampe atau perlengkapan ritual. Hidangan khas seperti nasi tumpeng, ayam panggang, serta jajanan disajikan di atas hamparan daun pisang, menciptakan suasana kebersamaan yang sarat akan nilai sakral.

​Tradisi wiwitan ini diawali dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat untuk memohon keselamatan serta kelancaran proses panen agar padi yang dihasilkan terhindar dari hama dan membawa berkah bagi perekonomian warga.

​Tokoh agama Desa Kedungbondo, Kyai Sholekhan, menjelaskan bahwa tradisi wiwitan bukan sekadar ritual seremonial, melainkan wujud nyata hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Menurutnya, warisan leluhur ini sarat akan muatan doa dan ajaran luhur untuk selalu bersyukur.

​"Wiwitan ini adalah cara kita merawat rasa syukur kepada Allah SWT sebelum memotong padi. Kami berdoa bersama di sawah agar hasil panen tahun ini berkah, melimpah, dan membawa kebaikan bagi seluruh keluarga petani di Dusun Besuki. Tradisi ini juga mempererat silaturahmi dan gotong royong antar warga," ujar Kyai Shalekhan saat ditemui di sela-sela kegiatan, Jum'at (5/6).

Menu ritual adat tradisi wiwitan yang digelar oleh warga petani Desa Kedungbondo Kecamatan Balen, jum'at (5/6). Foto : dok./Rinna H.
Menu ritual adat tradisi wiwitan yang digelar oleh warga petani Desa Kedungbondo Kecamatan Balen, jum'at (5/6). Foto : dok./Rinna H.

​Dalam kegiatan ini terlihat para warga senyum sumringah terpancar dari wajah para petani yang optimis hasil panen kali ini akan lebih baik dari musim sebelumnya.

​Suasana khidmat doa bersama dan makan tumpeng di pematang sawah Desa Kedungbondo tampak jelas kekompakan warga.

Setelah doa dikumandangkan. Makanan yang dibawa dari rumah itu dinikmati bersama-sama oleh tua, muda, hingga anak-anak yang ikut memadati area persawahan.

​Bagi masyarakat agraris di Kabupaten Bojonegoro, khususnya di Kecamatan Balen, mempertahankan tradisi wiwitan di tengah modernisasi pertanian dinilai sangat penting.

"Selain menjaga kelestarian budaya, kegiatan ini terbukti efektif dalam memupuk rasa persaudaraan dan solidaritas antar-petani demi ketahanan pangan di tingkat desa, serta tentunya mendukung program ketahanan pangan yang sedang digalakkan pemerintah kabupaten Bojonegoro" ucap Izza, salah satu warga setempat.

·         Penulis         Rinna H.

·         Editor            Moh. Junni.