Malawapati

Serentak Peringati Hari Koperasi, Hari Anak, dan Hari Keluarga Dorong Tumbuhnya Perekonomian dan Ketahanan Domestik Demi Generasi Emas 2045

Malawapati MalawapatiPemerintahan
Serentak Peringati Hari Koperasi, Hari Anak, dan Hari Keluarga Dorong Tumbuhnya Perekonomian dan Ketahanan Domestik Demi Generasi Emas 2045Foto bersama setelah memberikan penghargaan kepada pihak yang dinilai memiliki prestasi di Halaman Gedung Putih Pemkab Bojonegoro, Jum'at (17/7). Foto : prokopim / Rinna H.

malawapati.com - Untuk membangun fondasi bangsa yang kuat dalam visi menyongsong Indonesia Emas 2045, Bupati Bojonegoro menyatakan dibutuhkan langkah integrasi antara ekonomi koperasi yang sehat, ketahanan keluarga yang tangguh, serta pemenuhan hak anak adalah kunci utamanya.

Ia juga mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro sangat mendorong kemandirian ekonomi yang ditopang koperasi modern serta kualitas sumber daya manusia sejak dini untuk menghadapi tantangan megatren dunia.

Hal ini disampaikan Bupati Bojonegoro  Setyo Wahono, dalam amanat upacara gabungan peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79, Hari Keluarga Nasional ke-33, dan Hari Anak Nasional ke-42 yang digelar di halaman Gedung Putih, Pemkab Bojonegoro, Jum’at (17/7).

Momentum ini menjadi sangat istimewa karena menyatukan tiga pilar penting pembangunan bangsa yakni ekonomi rakyat, ketahanan domestik, dan masa depan generasi penerus.

Dalam sektor ekonomi, Bupati Wahono panggilan akrabnya, menekankan transformasi koperasi menjadi lembaga modern yang akuntabel dan berbasis digital.

Keberadaan Koperasi di Bojonegoro diharapkan tidak lagi sekadar menjadi wadah simpan pinjam, melainkan harus memimpin hilirisasi produk unggulan daerah seperti padi, tembakau, bawang merah, hingga peternakan agar nilai tambah ekonomi dapat dirasakan langsung oleh petani dan peternak lokal.

"Koperasi tidak boleh lagi dianggap sekadar papan nama atau wadah simpan pinjam skala kecil masa lalu. Kita ingin koperasi hadir sebagai penyerap utama hasil bumi Bojonegoro agar kemandirian ekonomi daerah benar-benar terwujud," ujar Bupati dalam pidatonya.

Selain penguatan ekonomi, Bupati Wahono memberikan pesan mendalam mengenai pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak demi membangun kualitas SDM.

Ia mengingatkan bahwa tugas seorang kepala keluarga tidak selesai hanya dengan mengirim uang belanja, namun kehadiran fisik dan kedekatan emosional ayah sangat menentukan kestabilan emosi dan karakter anak-anak sebagai calon pemimpin masa depan.

Target besar yang ingin dicapai adalah melahirkan "Anak Hebat yang tangguh secara moral, sehat fisiknya tanpa bayang-bayang stunting, dan merdeka dalam pemikirannya. Anak-anak Bojonegoro harus tumbuh dengan hak dasar yang terpenuhi, literat secara digital, kreatif, namun tetap memegang teguh nilai-nilai luhur Pancasila agar mampu bersaing di kancah global".

Diakhir sambutannya, ia ajak seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait untuk menjadikan rumah sebagai "madrasah pertama" yang ramah anak. Dengan membangun ekonomi melalui koperasi yang sehat dan merawat keluarga dengan kasih sayang, Bojonegoro optimis dapat menjadi bagian pembangunan generasi emas bagi Indonesia di 2045.

·         Penulis         Rinna H.

·         Editor            Moh. Junni.