Sedekah Bumi, Harmoni Alam Demi Kesejahteraan Petani Kawasan Hutan
Lensa+, malawapati.com
Berbagai cara, dalam meluapkah rasa syukur, seperti dengan cara bersedekah.yang dilakukan masyarakat Dusun Maor, Desa Clebung, Kecamatan Bubulan, Bojonegoro.
Hari ini, seluruh warga dusun Maor dan para petani di kawasan hutan Maor, melakukan sedekah bumi, atau sering disebut manganan atau nyadran.
Seluruh warga Maor yang mayotitas bermata pencaharian petani hutan ini membawa berbagai jenis makanan lalu disantap ramai-ramai, seakan tiada sekat di antara mereka, nampak guyub rukun. Menunjukkan betapa erat kekerabatan dan kerukuran antar para petani ini.
Kalau biasanya sedekah bumi digelar di kuburan, sendang summer air, dan tempat-tempat yang dianggap sakral, beda dengan warga petani Dusun Maor, mereka mengadakan di kawasan hutan dan ladang jagung. Sederhana alasannya, karena hampir seluruh warga Maor petani hutan. Penggarap lahan hutan.
Mbah Samsu, sesepuh dusun terpencil di tengah hutan ini mengajak para warga untuk selalu bersyukur kepada Alloh Subhanahu wata'ala, dan alam yang memberinya banyak rejeki dan kemurahan. Mbah Samsu juga mengingatkan kepada warga agar tidak merusak alam.
Senada dengan Mbah Samsu, Mantri hutan Bakulan, Muhtadi juga meminta warga yang menggarap lahan hutan tetap menjaga kelestarian hutan agar tidak terjadi bencana.
Kerukuran antar warga, aparat pemerintah desa dan Perhutani nampak sekali di acara luapan syukur dan bahagia ini. Mereka menyantap bersama sama makanan dengan suka ria. Tak hanya warga Dusun Maor yang hadir, tapi warga desa lainnya yang punya lahan garapan di kawasan hutan Maor turut hadir. Seperti petani dari Desa Sumberbendo, Ngorogunung, Bakulan dan Desa Cancung.
Kegembiaraan tak terputus usai acara makan besar bersama di kawanan hutan. Rasa bahagia dilanjut di Kawasan perkampungan. Tepatnya di rumah kepala dusun. Pertunjukan langen tayub digelar. Warga kembali menunjukkan kegembiraannya. Mereka dihibur dua tayub atau sering disebut sindir.
Gunawan Bayu Chrisnanto, Kepala Disun Maor mengatakan bahwa, hiburan langen tayub ini bagian dari luapan rasa syukur kepada Yang Maha Kasih yang telah memberi limpahan rejeki berupa hasil panen jagung di kawasan hutan. Karena itu, warga bersykur dan bersedekah kepada bumi atao alam yang telah memberi hasil panen jagung melimpah itu.
Menurut Gunawan, sedekah bumi dan hiburan langen tayub ini termasuk budaya yang harus dilestarikan. Uri-uri budaya bangsa.
Pak Kasun Gunawan yakin, dengan bersyukur, di tahun-tahun yang akan datang hasil panen warganya akan melimpah.
Lensa+, malawapati.com :
· Penanggung-jawab : Alkham M. Ubey
· Redaktur Pelaksana : Rinna H.
· Producer : Edds
· Video : Alkham M. Ubey
· Video Editor : Moh. Junni
· Naskah : Alkham M. Ubey
· Song : Spark of inspiration by : Shane Ivers