Prihatin, 48 Siswa RA-MI Bahrul Ulum Deling Sekar Belajar di Sekolah Berlantai Tanah dan Berdinding Kalsiboard
malawapati.com - Bangunan sekolah beserta prasana lainnya yang tidak layak digunakan sebagai tempat pendidikan anak sekolah masih ditemukan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Ironinya sekolah ini sudah berdiri 12 tahun sejak tahun 2014 silam, RA-MI Bahrul Ulum Deling di Dusun Dibal, Desa Deling Kecamatan Sekar, dibawah naungan Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro.
Kondisi sekolah saat ini semakin memprihatinkan. Dengan aktivitas belajar mengajar dilaksanakan dalam satu bangunan berukuran empat belas kali enam meter, yang disekat menjadi empat ruangan yang digunakan bersama untuk enam kelas Madrasah Ibtidaiyah dan satu kelas RA.
Kelas I dan II digabung dalam satu ruangan, demikian pula kelas II dan IV, sedangkan kelas V dengan VI. Sementara satu ruangan lainnya difungsikan sebagai kelas RA dan kantor sekolah setelah kegiatan belajar shalat dhuha RA selesai.
Supiati, guru MI Bahrul Ulum Deling, ditemui awak media, mengatakan bahwa kondisi bangunan sekolah saat ini sangat memprihatinkan. Kelas yang masih berlantai tanah, sementara dinding dari kalsiboard banyak yang rusak berlubang dan jebol.
Bahkan meja dan kursi dikelas banyak yang rusak dimakan rayap. Atap bangunan berbahan esbes juga sudah lapuk, sehingga saat hujan air kerap bocor masuk ke dalam kelas dan mengganggu proses belajar mengajar.
“Kondisi gedung saat ini sudah sangat rusak. Kalu hujan ya nampu (bocor), sehingga airnya masuk kedalam. Keadaan sudah seperti itu, dan dindingnya banyak yang jebol. Kursi dan mejanya ya sudah seperti ini kurang layaklah, lantainya masih tanah dan masih banyak kekurangan,” ungkapnya.
Meski dalam keterbatasan, sekolah ini tetap melayani 48 siswa dengan dukungan lima orang tenaga pendidik. keberadaan RA-MI Bahrul Ulum Deling sangat penting bagi warga setempat. Ia juga ungkapkan bahwa bangunan sekolah ini dibangun secara swadaya oleh masyarakat sekitar karena sekolah terdekat lainnya berada di kecamatan gondang dengan jarak tempuh sekitar 4 kilometer dan jalannya kondisinya lumpur jika hujan dan melewati jembatan.
Semula ra-mi Bahrul Ulum Deling berdiri dibawah yayasan Ansorul Umma, kini berencana berdiri berdiri sendiri dan masih dalam proses administrasi kelembagaan.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait, agar ke depan sekolah ini memiliki gedung yang layak, aman, dan nyaman bagi kegiatan belajar mengajar anak-anak,”pungkasnya.
· Penulis : Rinna H.
· Editor : Moh. Junni