Perum Perhutani Parengan Bersama PT Pertamina EP Cepu Field Gencarkan Gerakan Satu Anak Satu Pohon
malawapati.com - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Parengan Bersama PT Pertamina EP Cepu Field melaksanakan gerakan ’Satu Anak Satu Pohon’ yang dikemas dalam rangkaian memperingati Hari Anak Nasional ke-42, tanggal 23 Juli 2026.
Kegiatan yang baru pertama kalinya diselenggarakan oleh Perhutani KPH Parengan menyasar di SD Negeri Sidonganti II, Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban, pada Jum’at (24/7).
Sebanyak 24 bibit pohon alpukat dibagikan dan diserahkan secara simbolis oleh Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Parengan Anthonie Alfrits Tandayu.
Ditemui di lokasi malawapati.com, Jum’at (24/7), Administratur KPH Parengan Anthonie Alfrits Tandayu mengatakan bahwa kegiatan ini sengaja dilaksanakan untuk menyasar usia dini. Kedepan diharapkan bisa lebih menyadari akan pentingnya menjaga dan melestarikan hutan.
”Moment Hari Anak Nasional tahun ini, kami dari KPH Parengan memberikan edukasi kepada para generasi penerus mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan,” tuturnya.
Ia menyakini dengan melakukan edukasi langsung tersebut, akan berdampak pada masa depan. Dengan menggandeng PT Pertamina EP Cepu Field diharapkan sebagai langkah awal dan akan berkelanjutan sehingga anak-anak usia dini bisa lebih sadar sejak dini untuk menjaga kelestarian hutan.
”Bibit tanaman alpukat ini dibagikan kemudian diminta dibawa pulang untuk ditanam di masing-masing rumah mereka. Ini bagian dari pembelajaran proses menanam, merawat hingga tumbuh menjadi pohon yang bisa dimanfaatkan oleh mereka sendiri,” tandasnya.
Bibit pohon alpukat yang diberikan pada masing-masing siswa diminta untuk ditanam dirumah mereka sendiri. Kemudian untuk memantaunya, masing-masing siswa diminta untuk berswafoto dengan pohon alpukat untuk dikirimkan ke pihak sekolah.
Kepala SD Negeri Sidonganti II Pardi bersama para pendidik serta puluhan murid menyambut dengan antusias pemberian ’Satu Anak Satu Pohon’ untuk kelas 6.
Gerakan ’Satu Anak Satu Pohon’ diinisiasi KPH Parengan merupakan bentuk kepedulian kepada generasi muda agar lebih peduli terhadap lingkungan terutama dalam melestarikan hutan.
Kepala SD Sidonganti II Pardi mengungkapkan bahwa kegiatan dengan ’Satu Anak Satu Pohon’ baru pertama kali diselenggarakan, diharapkan akan berkelanjutan. Pasalnya letak sekolah SD Sidonganti II berada ditengah hutan.
Ia menilai edukasi menanam pohon itu penting, tidak hanya untuk lingkungan namun juga, untuk menanamkan pemahaman terhadap anak generasi penerus supaya bisa menanam dan menjaga lingkungannya agar sumber penghidupan air mudah diperoleh di desa mereka.
”Kami berterimakasih atas kegiatan edukasi tentang menanam dan menjaga pohon. Karena itu sangat penting bagi sumber penghidupan di desa ini, sebab disini sumber air sulit,” terangnya.
Dengan ’Satu Anak Satu Pohon’ juga diharapkan akan berkelanjutan untuk memperkuat kawasan tangkapan air dan menjaga keseimbangan lingkungan. Apalagi keluhan warga Desa Sidonganti mengalami kesulitan air saat musim kemarau.
Friska salah satu murid kelas 6, mengungkapkan rasa senang karena mendapatkan bibit pohon alpukat. Ia mengaku dirumahnya hanya ada 3 pohon yaitu pohon kelengkeng dan srikaya.
”Senang dapat pohon, biar dirumah nanti bisa lebih adem. Ia merasa saat ini udara semakin panas,” ujar lugunya.
Ia berharap dengan pembelajaraan menanam pohon akan banyak orang sekitar bisa lebih peduli untuk melestarikan hutan agar tidak ada penebangan liar.
Setelah penyerahan bibit pohon alpukat, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi tentang penting pohon tetap tumbuh di hutan. Para murid SD Negeri Sidonganti II didampingi para guru serius dan ceria mengikuti pembelajaran hutan dari petugas KPH Parengan.
· Penulis : Rinna H.
· Editor : Moh. Junni.