Malawapati

Pangan Hasil Petani Lokal Rutin Dipasarkan DKPP Bojonegoro Bertajuk B’FOS di CFD Alun-Alun

Malawapati MalawapatiPertanian & Peternakan
Pangan Hasil Petani Lokal Rutin Dipasarkan DKPP Bojonegoro Bertajuk B’FOS di CFD Alun-AlunKepadatan para pembeli hasil produk lahan pertanian Bojonegoro, di CFD Alun-Alun Bojonegoro, Minggu (4/5). Foto : Rinna H.

malawapati.com - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro berupaya melakukan terobosan baru bagi para petani untuk menjual hasil produksi pangan pertanian mereka.

Bertajuk B’FOS (Bojonegoro Farm on the Street) yang diikuti oleh 3 kecamatan secara bergiliran dalam dua pekan sekali, inovasi pemasaran sektor pertanian dilakukan saat car free day (CFD) di Jalan Mas Tumapel, depan Kantor Pemkab Bojonegoro.

Kepala DKPP Bojonegoro Zaenal Fanani, ditemui malawapati.com, Minggu (3/5), mengatakan kegiatan ini telah dilaksanakan pihaknya yang ketiga kalinya dalam dua minggu sekali. Ia ungkapkan alasan waktu pelaksanaan memilih dua minggu sekali karena produk pertanian yang diperdagangkan adalah hasil pangan pertanian asli dari lahan di wilayah Bojonegoro.

”Kita masih mengalami kendala dalam mengumpulkan hasil pertanian asli dari petani Bojonegoro yang masih terbatas jumlahnya. Jadi kita jadwal,” terangnya.

Pada Minggu (3/5) ini adalah tiga kecamatan yakni Dander, Kepohbaru dan Trucuk.

Lahirnya B’FOS ini merupakan hasil sinergi nyata antara pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian termasuk para penyuluh, Kelompok Tani (Poktan), dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dengan program strategis ketahanan pangan daerah.

Melalui B'FOS, berbagai komoditas unggulan mulai dari pangan segar, produk olahan, hingga produk pertanian non-pangan dipamerkan dan dijual langsung kepada konsumen.

Ia berharap kegiatan ini akan menjadi sarana bagi hasil pertanian Bojonegoro bisa lebih dikenal di masyarakat dengan kualitasnya.

”Saya berharap produk pertanian asli Bojonegoro bisa lebih dikenal dan diminati pasar sehingga pihak kita bisa menindaklanjuti hasil pertanian apa ynag perlu kita dorong besarkan,” tambahnya.

Stand B'FOS adalah untuk edukasi masyarakat terkait pertanian, Minggu (4/5). Foto : Rinna H.
Stand B'FOS adalah untuk edukasi masyarakat terkait pertanian, Minggu (4/5). Foto : Rinna H.

Kedepan, akan terus dikembangkan B’FOS untuk mewujudkan pasar tani sehingga akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan para petani.

Tak dipungkiri bahwa yang menjadi pekerjaannya adalah produk hortikultura untuk terus dikembangkan sehingga akan menambah produksi pertanian di Bojonegoro.

Omzet yang diperoleh dalam B’FOS ini omset rata-rata mencapai 3 juta rupiah.

menjadi ajang strategis untuk mempromosikan potensi pertanian lokal sekaligus mengedukasi masyarakat secara langsung.

Dalam kesempatan tersebut, lebih lanjut, Zaenal menjelaskan bahwa B’FOS juga sebagai sosialisasi teknologi pertanian yang sekarang dikembangkan oleh DKPP untuk pertanian Bojonegoro. Sebagai Contoh Pengembangan padi Gamagora dengan perlakuan basillus, SP dengan tanam jajar legowo, mampu meningkatkan produktivitas serta biosaka.

Selain itu, Zaenal Fanani juga menekankan pentingnya peran SDM pertanian dalam menjaga stabilitas pangan di tingkat kabupaten. Menurutnya, edukasi pertanian yang disisipkan dalam kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap produk lokal.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah menambahkan bahwa kegiatan DKKP ini langkah baik untuk memberikan edukasi bagi pelaku pertanian di Bojonegoro. Petani tidak hanya menanam namun wajib mengetahui pasar dari hulu hingga hilir.

”Ini edukasi, tidak hanya menanam namun juga mencari pasar melalui CFD,” tambahnya.

Wabup Bojonegoro Nurul Azizah bersama karya produk pertanian asli Bojonegoro yang diperdagangkan di CFD Bojonegoro, Minggu (4/5). Foto : Rinna H.
Wabup Bojonegoro Nurul Azizah bersama karya produk pertanian asli Bojonegoro yang diperdagangkan di CFD Bojonegoro, Minggu (4/5). Foto : Rinna H.

Kegiatan B'FOS ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang mampu mendongkrak ekonomi kerakyatan, sekaligus mempertegas posisi Bojonegoro sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur.

·         Penulis         Rinna H.

·         Editor            Moh. Junni