Malawapati

Musim Kemarau Petani Kedungadem Pilih Tanam Tembakau, Ini Alasannya

Malawapati MalawapatiPertanian & Peternakan
Musim Kemarau Petani Kedungadem Pilih Tanam Tembakau, Ini AlasannyaPetani warga Desa Blideg Kecamatan Kedungadem sedang merawat tanaman tembakau milik mereka, Rabu (15/7). Foto : Rinna H.

malawapati.com - Saat musim kemarau, lahan pertanian di wilayah Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro mayoritas memilih tanam tembakau dibandingkan palawija.

Salah satunya, Ahmah Jauhari, warga Desa Blideg Kecamatan Kedungadem, saat ditemui malawapati.com di ladangnya, Rabu (15/7). Ia mengungkapkan alasanya menanam tembakau karena kebutuhannya di Bojonegoro kurang. Selain itu, pengalaman penjualan harga tembakau Rajang kering tahun lalu mencapai 45 ribu sampai dengan 50 ribu per kilogram, tergantung pada kualitas cuaca saat panen dan bagian.

“Hampir semua lahan disini tanam tembakau, karena kebutuhan di Bojonegoro kurang. Harga jualnya juga lumayan sampai 50 ribu rupiah per kilogram,” terangnya.

Jenis tembakau BT (Bako Anti Teler) dan tembakau Jawa mencakup varietas lokal. Usia tanam tembakaunya berusia satu bulan dan dua bulan. Ia bersama istrinya melakukan perawatan rutin agar tembakaunya bisa panen dengan hasil bagus.

Ahmah Jauhari, warga Desa Blideg Kecamatan Kedungadem saat merawat tanaman tembakaunya, Rabu (15/7). Foto : Rinna H.
Ahmah Jauhari, warga Desa Blideg Kecamatan Kedungadem saat merawat tanaman tembakaunya, Rabu (15/7). Foto : Rinna H.

“Saat ini lagi merawatnya dengan siram-siram dan dangger – dangger tanahanya,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa dilahan sawah di wilayah Kedungadem bisa panen 3 kali dalam setahun. Dua kali tanam padi, kemudian baru palawija atau tembakau. Para petani sangat berharap tanaman tembakaunya kali ini bisa terjual dengan harga tertinggi.

Mereka memprediksi tanaman tembakau  akan mulai panen pada bulan Agustus mendatang.

·         Penulis         Rinna H.

·         Editor            Moh. Junni.