Malawapati

Liburan Natal di Khayangan Api Diramaikan Pertunjukkan Reog Khas Bojonegoro

Malawapati MalawapatiWisata & Kuliner
Liburan Natal di Khayangan Api Diramaikan Pertunjukkan Reog Khas BojonegoroPertunjukan Reog Bojonegoro di Obyek Wisata Geopark Kayangan Api, Kamis (25/12). Foto : Rinna H.

malawapati.com - Pada masa liburan hari Natal di Obyek wisata Geopark Khayangan Api Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro ramai dikunjungi warga untuk menikmati liburan.

Pada Kamis kemarin (25/12), terpantau tempat parkiran mobil dan sepeda motor memenuhi halaman. Setiap pengunjung ditarik tiket masuk termasuk parkir hanya Rp. 3.000,- per orang.

Tempat wisata andalan Bojonegoro dengan dikenal api abadinya yang tak pernah padam menjadi daya tarik sendiri. Dan untuk menambah daya pikatnya, pengunjung diberi tambahan hiburan dengan penampilan Reog Mudho Utomo yang disuguhkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bojonegoro.

Wahyoeningsih, (60), asal Parengan Tuban, ditemui malawapati.com mengatakan baru pertama berkunjung ke tempat wisata Khayangan Api. Ia melihat suasana lumayan bagus teduh, lebih bagus malam bisa melihat kobaran apinya.

Wahyoeningsih menikmati rumah kayu jati kuno di taman Kayangan Api, Desa Sendahrjo, Ngasem. foto : Rinna H.
Wahyoeningsih menikmati rumah kayu jati kuno di taman Kayangan Api, Desa Sendahrjo, Ngasem. foto : Rinna H.

”Pertama berkunjung ke sini, melihat -lihat dan duduk di pelataran rumah seperti mengenang masa jaman dulu,” terangnya.

Ia datang bersama anak dan cucunya, menikmati pemandangan pohon rindang sambil duduk di rumah terbuat kayu jati kuno dengan hiasan pada era jaman jadoel.

Sementara dalam agenda budaya di Kayangan Api ini, sebanyak 38 anggota dari Reog Mudho Utomo tersebut hadir memberi suguhan budaya kepada pengunjung.

Didik Purwono (36) mengatakan masing-masing dari anggota tersebut memiliki peranan yang berbeda seperti Bopo, Jaranan, Celeng, Barongan, dan lain sebagainya.

Ia berharap dengan adanya acara Reog Mudho Utomo di Kayangan Api ini dapat menghibur para pengunjung setelah berkeliling melihat pemandangan.

 “Bisa memberikan hiburan dan sekaligus juga dapat melestarikan budaya reog terutama tari jaranan,” pungkasnya.

·       Penulis : Rinna H.

·       Editor     : Moh. Junni