Komite Nasional Geopark Indonesia Tinjau Lapangan Geosite Langka Kedung Lantung di Sugihwaras
malawapati.com - Sebagai upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk mendapat pengakuan dunia melalui UNESCO Global Geopark (UGGp), situs Kedung Lantung yang berada di Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten setempat diajukan sebagai salah satu geosite langka yang menjadi bagian dari Geopark Bojonegoro.
Menariknya dari situs ini karena menampilkan fenomena geologi unik berupa aliran sungai yang diapit tebing kapur putih nan eksotis, terdapat pula rembesan minyak bumi mentah yang keluar secara alami dari celah bebatuan di tebing tersebut.
Peninjuan lapangan dilakukan tim Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), Rabu (12/11), dengan rapat koordinasi dalam rangka penyusunan dossier atau dokumen pendukung pengajuan UGGp Geopark Nasional Bojonegoro.
Prof. Mega Fatimah Rosana dari Komite Nasional Geopark Indonesia mengatakan bahwa Bojonegoro memiliki potensi geologi yang khas dan belum banyak ditemukan didaerah lain.
“Topik petroleum system ini sangat menarik. Kalau tambang sudah banyak, tapi minyak bumi belum ada. Ini bisa menjadi kekuatan utama Geopark Bojonegoro,” jelasnya.
Prof. Mega juga menambahkan pentingnya penyusunan panel interpretasi di setiap site agar pengunjung dapat memahami alur cerita geologi yang terhubung antara satu lokasi dengan lokasi lainnya.
“Pemahaman yang sama tentang geosite akan membentuk wisata edukatif yang beralur cerita, bukan sekadar pemandangan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro, Achmad Gunawan Ferdiansyah, menjelaskan bahwa situs Geopark Bojonegoro tersebar di hampir seluruh wilayah administratif Bojonegoro. Adapun tema besar yang diangkat adalah “Petroleum and Gas System”, sesuai karakteristik geologi Bojonegoro yang kaya akan sumber daya minyak dan gas bumi.
Berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor: 55.K/HK.02/MEM.G/2021 tentang Penetapan Kawasan Cagar Alam Geologi Kabupaten Bojonegoro, kawasan tersebut terdiri atas lima lokasi utama, yaitu:
1. Petroleum System Wonocolo, Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan.
2. Struktur Antiklin Kawengan, Desa Kawengan, Kecamatan Kedewan.
3. Kayangan Api, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem.
4. Kedung Lantung, Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras.
5. Fosil Purba Gigi Hiu, Desa Buntalan, Kecamatan Temayang.
Saat ini, Geopark Nasional Bojonegoro bersama Geopark Ranah Minang Silokek telah terpilih sebagai Aspiring UGGp atau kandidat geopark yang sedang berproses menuju pengakuan resmi dari UNESCO.
Geopark Bojonegoro menjadi bukti nyata kekayaan alam, budaya, serta semangat masyarakat dalam menjaga warisan bumi. Dengan potensi geologi yang unik dan dukungan masyarakat yang kuat, Geopark Bojonegoro diharapkan menjadi kebanggaan baru Indonesia di kancah dunia melestarikan bumi, menggerakkan ekonomi, dan menginspirasi generasi masa depan.
· Penulis : Rinna H.
· Editor : Moh. Junni