Jembatan Maor Desa Clebung, Dibakar Orang Tak Dikenal
malawapati.com - Ratusan petani jagung di kawasan hutan Dusun Maor, Desa Clebung, Kecamatan Bubulan marah. Pasalnya, jagung hasil panennya tak bisa segera diangkut pulang. Pasalnya, satu-satunya jembatan penghubung, Rabu sore (10/6) diduga dibakar orang tak bertanggung jawab.
Jembatan tua peninggalan Belanda ini separohnya jadi arang. Api melalapnya dengan cepat, hingga tak bisa diselamatkan.
Entah siapa yang membakar, tidak ada yang tahu. Maklum, lokasinya di tengah hutan, masuk KRPH Tretes, KPH Bojonegoro.
Sejumlah warga Dusun Maor mengetahui jika jembatan terbakar ketika api sudah melalap jembatan yang terbuat dari balokan kayu jati dan kerangka besi itu.
Susilo, warga Dusun Maor yang mengetahui jembatan terbakar berusaha memadamkan api dibantu seorang lagi, hanya dengan alat semprot air.
Air yang disemprotkan tak mempan memadamkan kobaran api yang membakar kayu jati yang sudan mulai lapuk itu. "Gak ngatasi, saya semprot, api terlanjur besar, apalagi ada angin lumayan kencang," kata Susilo.
Jembatan Ini dikenal masyarakat tani hutan setempat, dengan sebutan jembatan puspo.
Menurutnya, jembatan ini usianya sudah cukup tua. Dibangun di jaman penjajahan Belanda dulu. Diperkirakan usianya sudah ratusan tahun silam.
"Jembatan Puspo ini di jaman dulu dipake landasan rel loco pengangkut kayu hasil hutan, " jelasnya.
Seiring dengan makin punahnya hutan jati, dan tak berfungsinya jalur rel loco, jembatan ini dimamfaatkan masyatakat untuk lalu lintas ke ladang hutan.
Bagi petani hutan, lanjutnya, jembatan ini sangat bermanfaat bagi kelangsungan dan kelancaran usaha tani dan peternakan para petani hutan dari Desa Clebung, Ngorogunung, Sumberbendo dan Desa Cancung, Kecamatan Bubulan.
Akibat terbakarnya jembatan ini, para petani di kawasan hutan ini pun kesulitan membawa pulang hasil panen jagungnya.
Pak Duwi, petani hutan asal Desa Ngorogunung, Kecamatan Bubulan mengaku sangat sedih, karena jagung yang sudah selesai diunduh, tidak bisa diangkut pulang.
"Beruntung sudah ada yang sempat saya bangkel. Tapi di ladang masih banyak mas, " ujarnya.
Menurut pak Duwi, jembatan dengan panjang 12 meter ini merupakan satu-satunya akses para petani ke kawasan hutan ini. Jembatan ini juga merupakan penyambung akses jalan menuju Kecamatan Gondang.
Karena itu, para petani hutan ini sangat berharap Pemerintah Kabupaten Bojonegoro segera membangunkan jembatan lagi, demi keberlangsung usaha tani mereka.
Secara konstruksi, jembatan ini pondasinya masih cukup kokoh. Empat lajur besi H 400 mili meter juga nampak masih bagus. Nyaris tidak ada yang keropos dimakan karat.
Oleh karena itu, warga petani hutan sangat memohon kepada Bupati Bojonegoro Setyo Wagon dan Ibu Wakil Bupati Nurul Azizah, sudi membantu membangunkan lagi jembatan yang terbakar itu.
"Kami memohon kepada pak Bupati Wahono untuk membangunkan jembatan ini. Bantulah kami pak Bupati, kami warga kecil, " kata pak Duwi.
Demi keberlangsungan usaha tani dan ekonominya, warga pun bergotong royong membuat jalan darurat. Yakni bikin Jalan masuk ke dasar sungai. Yang penting bisa dilewati sepeda motor untuk bangkel hasil panenan jagungnya.
Secara terpisah, Kepala Dusun Maor, Desa Clebung, Gunawan Bayu Chrisnanto, membenarkan jembatan di dusunnya terbakar. Namun, siapa pelakunya, Gunawan mengaku tidak tahu.
"Kalau pelakunya tidak ada yang tahu, sore hari kejadiannya," kata Gunawan.
Menurut Gunawan, pihaknya telah membicarakan kejadian itu kepada pemerintah Desa Clebung. Termasuk merencanakan mengadakan kerja bakti warga untuk memperbaiki jembatan tersebut. Sebab sangat mendesak, mengingat tanaman jagung di kawasan dusun Maor memasuki musim panen.
"Segera mas, Alan kita afakan kerja bakti para petani yang punya lahan di kawasan hutan itu," Pungkasnya.
· Penulis : Alham M. Ubey.
· Editor : Moh. Junni.