Harga Telur Jatuh, Bupati Keluarkan SE : ASN Wajib Beli Telur Program Gayatri
malawapati.com - Dengan jatuhnya harga telur akhir-akhir ini dibawah 25 ribu per kilogram (Kg), Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor : 524/605/412.222/2026 yang isinya mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bojonegoro membeli telur dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program gerakan ayam petelur mandiri atau dikenal sebutan GAYATRI dan peternak ayam petelur lokal.
Kebijakan ini diterapkan untuk menstabilkan harga telur jika mengalami penurunan sekaligus kepastian penyerapan hasil produksi peternak lokal dalam program GAYATRI.
Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro Elfia Nuraini, dikonfirmasi malawapati.com menjelaskan bahwa berdasarkan arahan dari unsur pimpinan dasar kuat dikeluarkannya SE tersebut, untuk mendukung KPM program Gayatri optimis untuk menjadi penggerak ekonomi pedesaan.
“Penurunan harga telur dipasaran menjadi Rp20.000–Rp22.000 per kg menyebabkan penurunan pendapatan signifikan bagi KPM. Untuk itu Program pembelian telur oleh ASN ditetapkan dengan harga acuan pembelian Rp25.000 per kg dalam satu bulan,” terangnya.
Tak hanya berlaku bagi ASN, SE ini akan diberlakukan SPPG seluruh wilayah Bojonegoro. Dan pada bulan ini mulai diterapkan pada 16.398 ASN, melalui link yang disediakan Dinas Peternakan.
Pemerintah daerah berharap dengan kebijakan ini mampu menyerap hasil produksi telur masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal di tengah menurunnya harga telur di pasar.
Elfi juga menambahkan bahwa sesuai data yang ada di Disnakkan menyebutkan akan kebutuhan telur di Bojonegoro dalam se-tahun sebanyak 9 ribu ton per tahun dari luar daerah Bojonegoro karena kebutuhan se kabupaten Bojonegoro sebesar10 ribu ton per tahun.
“Dengan adanya program Gayatri sejak tahun 2025, setidaknya kekurangan telur pada tahun 2025 telah terpenuhi 5ribu ton telur. Karena masing-maisng rumah berhasil berproduksi telur 2,5 hingga 3 kg per hari,” imbuhnya.
Dengan pemberian fasilitas penuh bagi para KPM program gayatri terutama membantu memberdayakan dari segi penjualan telur ke berbagai sektor.
Salah satunya, dengan penjualan telur gayatri dilakukan setiap hari Jumat, di halaman lingkungan dinas peternakan dan perikanan atau disnakkan bojonegoro, yang disinergikan dengan kegiatan jumat asri.
Elfia juga membeberkan bahwa ASN dapat membeli telur langsung kepada peternak gayatri yang tersebar di setiap desa maupun toko dan koperasi yang memiliki Mou dengan KPM Gayatri.
· Penulis : Rinna H.
· Editor : Moh. Junni.