Malawapati

Fotografer Fotoyu Mulai Marak di Bojonegoro

Malawapati MalawapatiHobi
Fotografer Fotoyu Mulai Marak di BojonegoroSejumlah fotografer Fotoyu melakukan jepretan di Stadion Letjen H. Soedirman Bojonegoro, ( 17/5). Foto : Rinna H

malawapati.com - Beberapa minggu ini, di Stadion Letjen H. Soedirman Bojonegoro mulai marak para fotografer freelance.

Mereka adalah para fotografer yang menggunakan fasilitas aplikasi Fotoyu untuk mendapatkan sumber penghasilan baru di era digital.

Muhammad Hud Desa Mojorejo, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro ditemui malawapati.com mengaku sudah melakukan aktivitasnya selama seminggu.

Fotoyu untuk mendapatkan sumber penghasilan baru di era digital.Foto: Rinna H
Fotoyu untuk mendapatkan sumber penghasilan baru di era digital.Foto: Rinna H

Ia mengerjakan fotografer untuk Fotoyu di lokasi stadion ini untuk menambah penghasilannya. Pria asli Bali yang sudah tinggal di Bojonegoro bersama istrinya selama 6 tahun ini membeberkan aktivitasnya memanfaatkan aplikasi Fotoyu untuk sport.

“Sudah seminggu-lah saya berada disini. Saya sebagai fotografer sebagai hobi dan kerja sampingan, karena saya mengajar sebagai guru ngaji dan anak-anak muda di Desa Mojorejo tentang fotografi,” ucapnya.

Ia juga mengatakan bahwa bersama pada saat hari libur dan akhir pekan bersama rekan-rekannya, sejak pagi sudah standby melakukan aktivitas menjepret untuk mengabadikan moment warga yang sedang olahraga lari.

Fotografer sebagai hobi dan kerja sampingan-Foto: Rinna H
Fotografer sebagai hobi dan kerja sampingan-Foto: Rinna H

“Orang lari itu saat di foto lebih menarik,” tambahnya.

Setelah menadapatkan jepretan foto pelari yang menarik, ia uploud di aplikasi Fotoyu. Peluang bagi para fotografer ini mengabadikan momen dan kemudian mereka menjual hasil jepretan di aplikasi tersebut.

“Saya upload ke aplikasi fotoyu yang memang untuk jual beli foto-foto ini,” katanya. Bagi warga yang difoto ingin mendapatkan fotonya bisa membuka aplikasi Fotoyu dan melakukan transaksi.

Hud juga mengatakan bahwa tidak hanya foto saja yang diambil namun juga video pendek berdurasi 11 detik.

Per hari ia membeberkan telah laku 10 foto dengan dijual bersama teman lainnya mematok harga 17 ribu rupiah per lembar. Menurut Hud bahwa tiap daerah berbeda-beda harga jual Fotoyu, seperti di Denpasar Bali seharga 40 ribu per foto, di Jakarta bisa mencapai 100 ribu per foto.

Peluang bagi para fotografer ini mengabadikan momen-Foto: Rinna H
Peluang bagi para fotografer ini mengabadikan momen-Foto: Rinna H

“Harga foto tiap daerah berbeda, kita sepakat disini harga 17 ribu per foto. Dalam bebebara hari ini bisa menghasilkan 600 ribu an,” ungkapnya.

Sementara Suratno warga Desa Pacul Kecamatan Bojonegoro Kota juga mengaku ikut menjadi fotografer Fotoyu untuk menyalurkan hobi setelah pensiun dari pekerjaanya. Dan ia ikut komunitas Fotoyu diakuinya berdampak positif pada dirinya.

“Saya hobi fotografer sudah lama sejak muda, dan ini mau pensiun saya ikut komunitas ini untuk menambah jaringan,” pungkasnya.

·         Penulis : Rinna H

·         Editor   : Moh. Junni