Cegah Stunting, Pemkab Bojonegoro Gandeng Unair Edukasi Konsumsi Protein Hewani
malawapati.com - Jumlah angka stunting ditiap daerah menjadi perhatian khusus pemerintah. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen kuat dalam mempercepat penurunan dan pencegahan angka stunting dengan memperkuat ketahanan gizi keluarga.
Upaya yang dilakukan melalui kerja sama sinergis dengan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dalam menggelar acara Sarasehan yang bertajuk "Membangun Generasi Unggul Dimulai dari Keluarga dengan Konsumsi Protein Asal Hewani untuk Mencegah Stunting" di Pendopo Malowopati pada Selasa (7/7).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi optimalisasi potensi wilayah Bojonegoro yang kaya akan sektor peternakan dan perikanan, untuk dialokasikan langsung pada pemenuhan gizi keluarga.
Kolaborasi berkelanjutan bersama Unair diharapkan mampu mengonversi kekayaan sumber daya alam lokal menjadi instrumen peningkatan kualitas hidup dan tumbuh kembang anak-anak di Bojonegoro.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro, cantika Wahono, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan berkelanjutan dari civitas akademika Universitas Airlangga. Bunda Cantika panggilan akrabnya, menambahkan bahwa edukasi mengenai kecukupan protein hewani seperti telur, ikan, daging, dan susu harus dimulai secara masif dari lingkup keluarga terkecil demi memastikan anak-anak tumbuh dengan optimal.
"Investasi yang paling menguntungkan dan menentukan untuk hari ini dan masa depan bukanlah emas batangan, bukan pula tanah, melainkan pemenuhan gizi yang baik bagi anak-anak kita. Ini adalah investasi jangka panjang yang nilainya tidak akan pernah turun, guna melahirkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berakhlak mulia," tutur Ketua TP PKK Bojonegoro.
Pemkab Bojonegoro juga menyambut baik evaluasi program kemitraan yang telah berjalan selama lima tahun terakhir, termasuk program diversifikasi populasi ternak unggulan dan pemantauan status gizi anak sekolah dasar (SD) di Bojonegoro.
Pencegahan stunting harus ditarik ke hulu, dimulai dari masa kehamilan hingga periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Dekan FKH Unair, Prof. Dr. Lilik Maslachah, menguraikan bagaimana program unggulan seperti peternakan ayam petelur mandiri (Gayatri), budidaya lele, dan manajemen ternak domba di Bojonegoro menjadi pilar utama penyediaan protein hewani yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) untuk konsumsi masyarakat lokal.
Melalui keterlibatan aktif para kader PKK Kecamatan dan Pokja Kabupaten, edukasi masif mengenai pengolahan protein hewani ini diharapkan dapat langsung disebarluaskan hingga ke tingkat dasawisma.
Pemkab Bojonegoro berharap kegiatan ini bukan sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan motor penggerak bagi lahirnya kebijakan berbasis komunitas yang mampu membebaskan Bojonegoro dari stunting secara berkelanjutan.
· Penulis : Rinna H.
· Editor : Moh. Junni.