Bupati Wahono Medhayoh ke Desa Ngraho Gayam Untuk Serap Aspirasi Warga Dan Gali Potensinya
malawapati.com - Program Medhayoh Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Nurul Azizah terus berlanjut hingga ke Desa Ngraho Kecamatan Gayam. Program ini adalah sebagai sarana dialog secara langsung antara warga dengan pemimpin daerah untuk mendapatkan solusi terhadap persoalan yang muncul ditengah masyarakat.
Termasuk juga sekaligus untuk melihat berbagai potensi yang dimiliki wilayah yang dikunjungi. Kamis (11/06), nampak antusias warga berbagai kalangan berkumpul dan suasana hangat penuh keakraban mewarnai kegiatan tersebut.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengungkapkan dengan adanya program Medhayoh ini menjadi momentum dirinya bisa berkesempatan untuk bertemu dan berdialog secara langsung dengan warganya.
“Medhayoh ini merupakan momen yang saya tunggu. Nanti akan bergantian dilaksanakan di wilayah-wilayah lain sehingga saya bisa mendengar langsung kebutuhan dan aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Kali ini di Kecamatan Gayam memiliki dua kekuatan utama yang perlu terus dikembangkan, menurutnya, yakni sektor pertanian dan kawasan industri.
Kedua potensi tersebut diharapkan mampu berjalan beriringan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia membeberkan produktivitas pertanian di wilayah Gayam saat musim kemarau dapat mencapai 12 hingga 14 ton per hektare. Untuk itu, ia menyampaikan saat ini pihaknya berupaya berinovasi melalui padi Gamagora yang diharapkan akan mampu memroduktivitas melampaui angka tersebut.
“Yang perlu kita pikirkan bersama adalah apa saja kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, kita bisa mengalokasikan program CSR secara tepat sasaran untuk mendukung sarana penunjang ekonomi masyarakat,” katanya.
Bupati Wahono juga menambahkan, Medhayoh juga menjadi sarana untuk menangkap berbagai peluang kolaborasi, termasuk optimalisasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Pertanian harus tetap berjalan, UMKM harus bergerak maksimal, dan potensi CSR harus bisa dimanfaatkan bersama untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Khusus untuk jalan usaha tani, akan menjadi salah satu skala prioritas,” tegasnya.
Camat Gayam Erna Zulaikah menyampaikan bahwa pelaksanaan Medhayoh di Desa Ngraho disambut antusias oleh masyarakat. Ia juga ungkapkan bahwa Kecamatan Gayam tidak hanya dikenal sebagai kawasan penghasil minyak dan gas bumi, tetapi juga memiliki potensi pertanian yang besar. Dari total wilayah yang ada, sekitar 72 persen merupakan lahan persawahan yang tersebar di 12 desa.
“Luas sawah irigasi di Kecamatan Gayam mencapai 1.546 hektare, sedangkan sawah nonirigasi mencapai 2.047,36 hektare. Ini menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi kekuatan utama masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, salah satu tantangan yang dihadapi petani adalah serangan hama tikus. Namun berbagai upaya pengendalian telah dilakukan, termasuk pemanfaatan burung hantu yang dinilai efektif dan sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Melalui kegiatan Medhayoh, diharapkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat semakin kuat sehingga potensi pertanian, pariwisata, serta ekonomi lokal di Kecamatan Gayam dapat berkembang lebih optimal dan berkelanjutan.
Sebelum dimulai kegiatan Medhayoh, dilaksanakan juga rangkaian penanaman padi, berkunjung Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri), penanaman pohon, dilanjutkan peresmian Wisata Perahu Besi Kuno dan Wisata Religi Eyang Sueto Prodjo, penyerahan Surat Keputusan Cagar Budaya kepada Mbah Inggi dan Mbah Towo, serta doa bersama di area makam yang menjadi bagian dari sejarah dan kearifan lokal setempat.
· Penulis : Rinna H.
· Editor : Moh. Junni.