Bersyukur Hasil Panen Jagung Melimpah, Petani Hutan Desa Clebung Lakukan Sedekah Bumi
malawapati.com - Sejumlah klompok petani hutan di Desa Clebung, Kecamatan Bubulan, Bojonegoro melakukan sedekah bumi, atau sering disebut manganan atau nyadran. Acara ini digelar Minggu (10/5) kemarin.
Tepat hari Minggu pahing kegiatan sedekah bumi tersebut digelar dinilai bagi masyarakat petani hutan merupakan hari baik.
"Ya, menurut kami petani, Minggu pahing ini memang hari pilihan, untuk bersyukur, bersedekah kepada bumi, yang sudah memberi standing pangan," kata Gunawan Bayu Chrisnanto, Kepala Dusun Maor, Desa Clebung, Kecamatan Bubulan.
Secara bersamaan hari tersebut, sejumlah kelompok tani hutan melakukan hal yang sama, yakni manganan, seperti halnya yang dilakukan warga lain di kawasan hutan Dongko kulon, Banyu, Sambi Gender, Gunuran, Lesetan, Dingkil, Maneh, Grojokan dan Sambi Keris.
Para petani yang ikutserta dalam mangan tersebut tidak hanya dari Desa Clebung saja, tapi ada yang dari Desa Ngorogunung, Cancung, Sumberbendo, dan Desa Bakulan.
Dalam acara sedekah bumi ini, semua petani se-Dusun Maor berkumpul di sejumlah tempat untuk menggelar manganan, sesuai kawasan masing-masing hutan. Setidaknya terbagi di tiga lokasi berbeda.
Warga Maor, manganan dipusatkan di hutan Sambi Gencet. Lokasi ini dipilih karena berada di tengah-tengah beberapa kawasan lainnya dan aksesnya relatif mudah, walau berada di tengah hutan. Menu manganan yang disuguhkan sesuai adatnya, warga ke lokasi nyadran membawa berbagai makanan, mulai makanan kering dan basah.
"Sudah menjadi adat kita mas, setiap sedekah bumi saling membawa makanan, seperti nasi, satu potong ayam bakar dan berbahai jajanan khas desa lainnya," kata Lulus Setiawan, tokoh petani hutan asal Desa Ngorogunung.
Semua makanan ini lalu dibagi rata dan disantap bersama sama selebihnya dibawa pulang.
Menurut Mbah Samsu, sesepuh Dusun Maor, acara sedekah bumi ini sebagai rasa syukur kepada Alloh SWT dan alam yang telah memberi sandang dan pangan.
"Perlu saya ingatkan kepada seluruh warga tani, yang menggarap lahan hutan, agar tidak melakukan pengrusakan hutan. Warga petani harus menjaga hutan agar alam terus bermurah hati kepada petani, " tutur Mbah Samsu dalam bagasa Jawa.
Syukuran tidak hanya dilakukan di kawasan hutan namun juga di perkampungan juga digelar do'a bersama di rumah kepala Dusun Maor.
Usai do'a bersama, rasa syukur dan bahagia juga diluapkan dalam bentuk hiburan. Kelompok langen tayub siap menghibur warga dari siang hingga sore, dilanjut malam harinya.
Menurut Kepala Dusun Maor, Gunawan Bayu Chrisnanto, acara sedekah bumi ini merupakan adat budaya warganya, sebagai rasa syukur atas limpahan rizki.
"Kita pilih hari paling baik mas untuk bersyukur ini. Jadi termasuk hiburan langen tayub ini adalah budaya Jawa yang harus kita lestarikan, " ujar kepala disun yang musih sangat muda ini.
Seluruh warga nampak terhibur oleh pertunjukan tayub dengan dua biduan sindirnya.
Menurut Gunawan, hasil panen jagung warganya tahun ini cukup bagus. Nyaris tidak ada yang gagal panen karena hama atau kendala lainnya. "Kalau toh ada, bisa ditanggulangi," pungkasnya.
· Penulis : Alham Ubey.
· Editor : Moh. Junni