Apa Artinya Kecanduan Teknologi atau Video Game? Simak Yuk!
Gangguan Permainan Internet atau Internet Gaming Disorder (IGD) secara resmi diakui dalam edisi terbaru DSM-5. Penanganannya dapat mencakup kombinasi pengobatan, terapi, dan penyesuaian gaya hidup.
malawapati.com - Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental, Edisi Kelima, Revisi Teks (DSM-5-TR) adalah versi terbaru dari DSM-5. DSM-5 adalah buku referensi standar untuk mendiagnosis kondisi kesehatan mental di Amerika Serikat. DSM-5-TR memasukkan Gangguan Permainan Internet (GJI) sebagai suatu kondisi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan IGD sebagai "pola perilaku bermain gim yang ditandai dengan gangguan kontrol atas permainan, peningkatan prioritas permainan dibandingkan aktivitas lain sehingga permainan lebih diutamakan daripada minat dan aktivitas sehari-hari lainnya, dan kelanjutan atau peningkatan permainan meskipun terdapat konsekuensi negatif."
Namun, penting untuk dicatat bahwa IGD adalah suatu kondisi yang memerlukan penelitian lebih lanjut, sama halnya dengan gangguan penggunaan kafein dan kondisi lainnya.
Apa saja gejala IGD?
Seseorang dikatakan menderita IGD jika terdapat "gangguan atau distres yang signifikan" dalam beberapa aspek kehidupannya. Gejalanya dapat berupa:
· mengalami gejala putus zat ketika bermain game dihentikan atau tidak memungkinkan (sedih, cemas, mudah tersinggung)
· perlu menghabiskan lebih banyak waktu bermain game untuk memuaskan hasrat
· tidak mampu mengurangi bermain, atau gagal berhenti bermain game
· melepaskan diri dari aktivitas lain, atau kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya dinikmati karena bermain game
· terus bermain game meskipun ada masalah
· menipu orang terkasih tentang waktu yang dihabiskan untuk bermain game
· menggunakan game untuk meredakan suasana hati yang negatif
· membahayakan atau kehilangan pekerjaan atau hubungan karena bermain game
Diagnosis IGD mengharuskan seseorang mengalami lima atau lebih gejala ini dalam setahun. Terlepas dari namanya, IGD dapat mencakup bermain game di internet bersama orang lain atau bermain game sendirian.
Sebuah studi tahun 2022 menemukan bahwa IGD memiliki ciri-ciri yang sama dengan gangguan kecanduan lainnya, termasuk:
· aktivasi di area otak yang terkait dengan reward
· penurunan aktivitas di area kendali impuls
· gangguan pengambilan keputusan
· berkurangnya konektivitas fungsional dalam jaringan otak yang terlibat dalam kontrol kognitif, fungsi eksekutif, motivasi, dan reward
Para peneliti menemukan bahwa IGD juga dapat dikaitkan dengan penurunan volume materi abu-abu di otak.
Bagaimana kecanduan teknologi didiagnosis?
Bicarakan dengan dokter tentang kebiasaan jika menduga gejala kita merupakan akibat dari IGD. Dokter akan dapat membantu menentukan penyebabnya dan memberikan perawatan yang tepat.
Saat mendiagnosis apakah kita mengalami IGD, dokter atau penyedia layanan kesehatan mental mungkin akan bertanya:
· Apakah sering memikirkan aktivitas kita sebelumnya atau mengharapkan sesi berikutnya?
· Apakah perlu menggunakan internet lebih banyak atau bermain gim lebih lama untuk mencapai kepuasan?
· Apakah pernah mencoba mengendalikan, mengurangi, atau menghentikan penggunaan tetapi tidak berhasil?
· Apakah menghabiskan waktu online lebih lama dari yang seharusnya?
Faktor Risiko
Dokter mungkin juga akan bertanya tentang gejala lain atau riwayat kesehatan mental keluarga kita. IGD dapat terjadi bersamaan dengan kondisi lain, seperti:
· gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD)
· depresi
· kecemasan
Faktor-faktor seperti harga diri rendah dan sifat hiperaktivitas/kurang perhatian tanpa adanya ADHD juga dapat meningkatkan kerentanan terhadap IGD.
Bagaimana kecanduan teknologi diobati?
Berbeda dengan perawatan kecanduan lainnya, menghindari internet sepenuhnya tidaklah memungkinkan di dunia saat ini. Sebaliknya, perawatan IGD seharusnya berfokus pada manajemen waktu dan menyeimbangkan atau mengendalikan penggunaan. Namun, menghindari aplikasi tertentu dapat membantu jika aplikasi tersebut merupakan penyebab kecanduan kita.
Penelitian tentang efikasi perawatan IGD sebagian besar belum meyakinkan karena kurangnya studi berkualitas tinggi. Bupropion, obat yang digunakan untuk mengobati depresi, dan terapi perilaku kognitif (CBT) merupakan pilihan yang patut dipertimbangkan, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan.
Strategi perawatan tambahan dapat mencakup:
· menyarankan jadwal baru untuk mengubah pola
· menggunakan acara dan aktivitas nyata untuk membantu kita keluar dari internet
· menetapkan tujuan untuk membantu membatasi waktu penggunaan
· berhenti menggunakan aplikasi tertentu
· mengingatkan diri sendiri tentang manfaat berhenti
· membuat inventaris aktivitas yang terlewat karena IGD
· bergabung dengan kelompok pendukung
· mengikuti terapi keluarga
Mengobati IGD juga dapat berupa kombinasi terapi. Terapi ini juga dapat mencakup pengobatan kondisi kesehatan mental yang terjadi bersamaan.
Bicaralah dengan profesional kesehatan mental tentang pilihan jika mencurigai atau seseorang yang kita kenal mengalami IGD. Mereka akan dapat menyarankan rencana perawatan yang dapat membantu.
· Editor : Moh. Junni