Malawapati

5 Tips Memilih Telur Paling Sehat di Toko Kelontong Setiap Saat

Malawapati MalawapatiKesehatan
5 Tips Memilih Telur Paling Sehat di Toko Kelontong Setiap SaatMemilih Telur Paling Sehat di Toko Kelontong-PicLumens

malawapati.com - Telur sangat penting dalam banyak resep dan merupakan sumber nutrisi penting yang baik. Tips untuk memilih telur paling sehat meliputi mengetahui apa yang membedakan cara telur diproduksi, bagaimana penampilannya, dan bagaimana membaca labelnya.

Berikut 5 Tips Memilih Telur Paling Sehat dirangkum dari Verywellhealth.

1. Periksa Penampilan Telur

Saat Anda membuka karton telur, pertimbangkan hal-hal berikut:

·         Penampilan cangkang: Cangkang harus halus tanpa retakan.

·         Warna: Warna telur tidak memengaruhi nutrisi atau rasa. Putih, cokelat, biru, atau hijau sama saja. Bintik-bintik pada cangkang telur cokelat berasal dari pigmen tambahan.

·         Ukuran: Ukuran telur tidak mencerminkan kesegaran atau rasa. Telur cokelat cenderung lebih besar karena jenis ayamnya.

2. Baca Tanggal Kadaluarsa

Telur biasanya dikirim dalam waktu seminggu setelah ditelur.3 Kode tiga digit pada label menunjukkan kapan telur dikemas. Ini disebut tanggal Julian dan menghitung setiap hari dalam setahun dari satu hingga 365.

Telur dalam cangkang dapat bertahan hingga lima minggu:

Jika berbau atau putih telurnya berwarna kehijauan saat dipecah, buanglah.

Telur yang lebih tua mungkin memiliki putih telur yang lebih encer, yang dapat memengaruhi seberapa baik telur tersebut bercampur dengan bahan lain, tetapi tidak memengaruhi nutrisinya.

Selalu beli telur dari lemari pendingin untuk memastikan keamanannya.

Di Amerika Serikat, telur dicuci untuk menghilangkan kontaminan. Telur yang tidak dicuci tetap lebih segar lebih lama karena lapisan pelindung alami telur, yang disebut lapisan lilin.

3. Ketahui Bagaimana Ayam Dibesarkan

Label telur bisa membingungkan, tetapi label tersebut dapat memberi tahu kita banyak hal tentang apa yang kita beli:

·         Telur organik: Ayam harus bebas kandang dan selalu memiliki akses ke luar ruangan. Mereka makan pakan organik, bebas dari produk sampingan hewan, pupuk, pestisida, atau aditif.

·         Telur dari ayam yang dipelihara di padang rumput: Ayam memiliki akses ke sekitar 108 kaki persegi ruang luar, serta ruang dalam. Mereka dapat mencari makan, dan makanan mereka dilengkapi dengan pakan.

·         Telur bebas kandang: Ayam memiliki setidaknya 2 kaki persegi ruang di dalam ruangan, di area yang berisi alas yang terbuat dari kotoran ayam dan bahan lainnya. Mereka memiliki akses ke luar ruangan untuk bertelur.

·         Telur tanpa kandang: Ayam dipelihara di dalam ruangan, dengan ruang sekitar satu kaki persegi masing-masing, ditutupi dengan alas. Kondisi dan makanan dapat sangat bervariasi.

·         Telur konvensional: Ayam hidup di lumbung dalam kandang yang berukuran sekitar 67 inci persegi. Ayam diberi makan dengan diet yang dirancang untuk memaksimalkan produksi telur.

Kategori-kategori ini diatur oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), kecuali untuk "dipelihara di padang rumput." Beberapa karton telur akan memiliki kata-kata “bersertifikat manusiawi” atau “disetujui kesejahteraan hewan,” yang berarti bahwa ayam-ayam tersebut dibesarkan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh organisasi kesejahteraan hewan.

Label lainnya meliputi:

·         Bersertifikat UEP: United Egg Producers adalah organisasi yang menetapkan standar untuk ukuran kandang hingga akses ke makanan dan air.

·         Bebas hormon: Hormon dilarang oleh USDA, sehingga telur tidak mengandung hormon tambahan.

·         Bebas antibiotik: Antibiotik jarang digunakan di Amerika Serikat dan tidak meninggalkan residu pada telur.

·         Dipasteurisasi: Telur-telur ini dipanaskan untuk menghancurkan patogen, yang dapat bermanfaat saat menyiapkan makanan yang mengandung telur mentah.

·         Diperkaya dengan omega-3: Ayam diberi makan biji rami, minyak ikan, atau makanan lain yang meningkatkan kandungan asam lemak omega-3 dalam telur.

·         Diberi makan vegetarian: Diet vegetarian mungkin tidak menyediakan semua nutrisi yang dibutuhkan ayam, karena mereka adalah hewan omnivora.

4. Memahami Nilai Gizi dalam Berbagai Jenis Telur

Telur umumnya merupakan makanan sehat, tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan nutrisi yang ditawarkannya, tergantung pada bagaimana telur tersebut diproduksi. Misalnya:

Telur organik: Telur organik dapat memiliki tiga kali lipat jumlah lemak tak jenuh, 40% lebih banyak vitamin A, dan dua kali lipat jumlah vitamin E dibandingkan telur konvensional.

Telur dari ayam yang dipelihara di padang rumput: Sebuah studi menunjukkan bahwa telur dari ayam yang dipelihara di padang rumput memiliki dua kali lebih banyak karotenoid antioksidan dan tiga kali lebih banyak omega-3 daripada telur dari ayam yang tidak dikurung dalam kandang.

·         Telur yang diperkaya: Telur ini mengandung hingga 600 miligram (mg) omega-3, dibandingkan dengan sekitar 30 mg pada telur konvensional. Omega-3 dapat mengurangi peradangan, membantu mengurangi kadar kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL) dan trigliserida, serta meningkatkan kadar kolesterol lipoprotein densitas tinggi (HDL), dan juga menurunkan tekanan darah.

·         Telur konvensional: Telur hasil peternakan pabrik dapat memiliki kadar kolesterol dan trigliserida yang lebih tinggi daripada telur organik dan kadar nutrisi lainnya yang lebih rendah.

5. Ketahui Arti Tingkat Kualitas Telur USDA

Produsen telur dapat membayar USDA untuk memberi peringkat telur sebagai berikut:

·         Kelas AA: Telur yang paling segar dan berkualitas tinggi, memiliki putih telur yang padat dan tebal, kuning telur yang tinggi dan bulat, serta cangkang yang bersih.

·         Kelas A: Telur yang paling umum dijual di supermarket dan toko kelontong, memiliki kualitas tinggi dengan putih telur yang padat dan cangkang yang bersih dan tidak pecah.

·         Editor   : Moh. Junni