Malawapati

10 Muharram 1448 H, Lestarikan Budaya Kirab Pusaka 'Ajining Gegaman - Nagari Indonesia' di Kayangan Api

Malawapati MalawapatiSeni & Budaya
10 Muharram 1448 H, Lestarikan Budaya Kirab Pusaka 'Ajining Gegaman - Nagari Indonesia' di Kayangan ApiKirab Pusaka 'Ajining Gegaman - Nagari Indonesia' di Kayangan Api, Kamis (25) malam. Foto : dok./ rinna H.

malawapati.com - Komunitas Paguyuban Pelestari Tosan Aji (Agni) Kabupaten Bojonegoro menggelar kirab pusaka dalam rangka ritual sepuh pusoko ulan sura yang bertema 'Ajining Gegaman - Nagari Indonesia' yang berlokasi di obyek wisata geopark Kayangan Api Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem.

Pelaksnaan bertepatan dengan 10 Muharram 1448 Hijriyah / Tahun 2026, kegiatan pelestarian tradisi budaya di Bojonegoro sebagai adat jawa, juga seklaigus melaksanakan pengukuhan Ketua dan pengurus baru paguyuban AGNI Kabupaten Bojonegoro dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dheny Ime Kirmayanti, S.Pd., Camat beserta jajaran forkopimca Ngasem, komunitas Jiwa Sampurna, Pepadi, perwakilan dari penghayat, dan juga warga masyarakat pecinta dan pelestari pusaka.

Mewakili Bupati Bojonegoro, Kabid Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dheny Ike Kirmayanti menyampaikan apresiasi kepada paguyuban AGNI sebagai komunitas pelestari tosan aji yang telah menyelenggarakan kegiatan kirab pusaka dan umbul dunga secara rutin setiap tahun yang bertepatan di bulan Muharram atau Asyura.

Sejauh ini, menurut Dheny Ike Kirmayanti, bahwa paguyuban AGNI ini sangat peduli terhadap budaya, bahkan kerap melakukan diskusi bersama pihak dinas kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Bojonegoro.

Terlebih saat menggelar kegiatan, paguyuban AGNI justru memilih obyek wisata geopark kayangan api. Hal ini, sebagai wujud partisipasi untuk lebih mengenalkan atau mempromosikan obyek wisata yang dimiliki Kabupaten Bojonegoro.

"Sebab tanpa partisipasi dari paguyuban AGNI pemerintah tentu tidak mampu melaksanakan kegiatan pelestarian budaya yang merupakan warisan nenek moyang," ungkapnya.

Ia berharap paguyupan AGNI ini sering berdiskusi tentang program kerja hingga rencana kegiatan pelestarian berkelanjutan.

Kabid Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dheny Ike Kirmayanti bersama pengurus Paguyuban AGNI Bojonegoro. Foto : dok./ Rinna H. 
Kabid Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dheny Ike Kirmayanti bersama pengurus Paguyuban AGNI Bojonegoro. Foto : dok./ Rinna H. 

Pasa kesempatan yang sama, Kapolsek Ngasem berharap agar kegiatan kirab pusaka sepuh pusoko ulan sura di obyek wisata geopark kayangan api ini tetap berlangsung secara khidmat.

"Kami dari pihak kepolisian sangat mendukung kegiatan kirab pusaka yang digelar secara rutin oleh paguyuban AGNI Bojonegoro. Kami percaya, tanpa kepedulian panjenengan semua kirab pusaka ini belum tentu terlaksana," tegasnya.

Sementara itu, ketua paguyuban AGNI lama, M. Yayan Chotibul Umam mengatakan bahwa kegiatan kirab pusaka di bulan Asyura ini telah dilaksanakan sejak tahun 2021 lalu.

Ia menjelaskan, kirab pusaka ini guna melestarikan budaya nenek moyang, karena Kabupaten Bojonegoro merupakan simbol dari peradaban. Keris adalah maha karya agung warisan budaya tak berbenda. Oleh karena itu, ia berharap kepada seluruh jajaran pengurus AGNI untuk selalu guyup dam rukun.

“Alhamdulillah sampai dengan saat ini kirab pusaka masih tetap berlangsung secara rutin setiap tahun. Secara pribadi kami mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kirab pusaka ini dengan hati yang tulus, khusuk dan penuh rasa hormat," pintanya.

Melalui kegiatan ini, Yayan menaruh harapan besar agar kayangan api dapat menjadi kiblat perkerisan seluruh dunia. "Ora Ono Pusoko sing Hantep yen durung disepuhne neng kayangan api (tidak ada pusaka yang mantap kalau belum dibawa ke kayangan api)".

Terpisah, saat ditemui seusai kegiatan, Ari Madrim yang menjabat sebagai ketua baru paguyuban AGNI baru mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota yang telah memberikan amanah kepada dirinya.

"Bagi saya, sebagai ketua paguyuban AGNI yang baru merupakan tantangan dan tanggungjawab yang harus saya emban demi kemanfaatan serta kebaikan," ucap Ari Madrim.

Dirinya mengajak seluruh pengurus dan anggota serta warga masyarakat pecinta pusaka untuk selalu memberikan saran dan masukan guna kebaikan ke depan.

·         Penulis         Rinna H.

·         Editor            Moh. Junni.