Teknik Poligami Murai Batu Raih Untung Melimpah Dibanding Teknik Alami
malawapati.com - Teknik ternak murai batu dengan menggunakan sistem poligami bisa menghasilkan anakan yang lebih banyak hingga 3 kali lipat keuntungan, dibanding dengan teknik ternak alami.
Namun tidak mudah dalam penerapan teknik tersebut, seperti yang diutarakan salah satu peternak, Henri Adi Kurniawan (38) asal Kelurahan Ledok Wetan, Bojonegoro Kota, yang sudah mulai berternak murai batu sejak 8 tahun yang lalu.
"Awalnya dulu karena hobi ikut lomba murai batu, terus kok tertarik untuk ternak akhirnya saya coba," ungkap Henri yang juga sebagai anggota Satreskrim Polres Bojonegoro.
Menurutnya ternak murai batu gampang-gampang susah. Ada dua cara teknik berternak murai yaitu teknik alami dan teknik poligami.
Untuk teknik alami, hanya menjodohkan murai 1 jantan dan 1 betina dengan memasukkan betinanya terlebih dahulu ke dalam kandang.
"Betina satu kita masukan, tunggu sampai dia membuat sarang baru satu jantan kita masukan, kalua dua-duanya langsung dimasukkan, betinanya tidak mau kawin, nanti malah tarung," jelasnya.
Sedangkan jika mengunakan teknik poligami kita hanya perlu menambah betinanya saja dengan perbandingan 1 jantan 3 betina.
"Poligami juga sama, betina dimasukkan terlebih dahulu, namun sulitnya dalam teknik ini tidak semua jantan mau. Terkadang ada jantan yang setia dengan satu pasangan saja," tutur Henri.
Terkait hasilnya poligami memang lebih banyak menghasilkan karena satu kali masa kawin bisa menghasilkan 3 kali lipat telur.
"Teknik alami satu kali masa kawin itu bisa menghasilkan tiga sampai empat telur, sedangkan kalau poligami, tinggal dihitung tiga sampai empat telur, dikalikan tiga indukan, jadi sekitar sembilan sampai dua belas telur," jelas Henri.
Harga anakan murai batu bervariasi tergantung indukan yang peternakan. Jika induknya memiliki ras juara, memiliki nilai jual yang tinggi.
Dijelaskan, anakan murai batu biasa, jantan Rp 600 ribu hingga Rp 800 ribu per ekor. Kalau betina Rp 200 - 300 ribu per ekor. Sedangkan untuk peranakan murai batu yang memiliki prestasi dalam lomba, harganya untuk jantan 4 sampai 5 juta, dan betina dengan harga 2 sampai dengan 2,5 juta rupiah.
"Tapi jika induknya sudah pernah juara dan terkenal, murai jantan bisa sampai Rp 4 juta hingga Rp 5 juta per ekor. Sedangkan jenis betina Rp 2-3 juta," pungkasnya.
Buah hasil perjuangannya menggeluti ternak burung Murai Batu ini patut diapresiasi. Karena ditengah kesibukkan bertugas sebagai anggota Satreskrim Polres Bojonegoro, dia masih sempat merawat ternak dengan teknis berbeda hasilnya gemilang.
· Penulis : Tirta A.
· Editor : Moh. Junni